source from https://news.energysage.com/solar-farms-start-one/

Mubarakah salah satu tafsirnya adalah banyak membawa kemanfaatan, dimana kata dasarnya adalah manfaat. Jika di hubungkan dengan pengadaan barang/jasa maka kata manfaat selaras dengan nilai (value). Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 menyebutkan value for money (VFM) atau nilai manfaat uang.

     Makna dari VFM dalam konsideran Perpres 16/2018 adalah Pengadaan Barang/Jasa yang memberikan pemenuhan nilai manfaat yang sebesar-besarnya. Tujuan besar dari pengadaan barang/jasa adalah peningkatan pelayanan publik dan pengembangan perekonomian nasional dan daerah dengan demikian prinsip berkah atau vfm adalah bagaimana proses pengadaan barang/jasa mampu menghasilkan manfaat yang sebesar-besarnya dari setiap rupiah uang yang dibelanjakan. 

Energi dalam konsepsi sustainable consumption and production (SCP) adalah hemat energi disisi konsumsi dan energi terbarukan dari sisi produksi. SCP dalam terminologi pengadaan barang/jasa publik dikenal dengan Green Public Procurement (GPP) atau Sustainable Public Procurement (SPP). Dari sisi definisi antara GPP dan SPP tidaklah jauh berbeda. GPP terlihat lebih fokus pada aspek kelestarian lingkungan dengan jargon hijau-nya. Sementara SPP selalu membahas pengadaan barang/jasa publik dalam 3 aspek utama yaitu aspek ekonomi, aspek sosial dan aspek lingkungan.

Berbicara tentang energi, diruang lingkup SPP/GPP, terdapat 2 tujuan utama yaitu upaya mendorong perbaikan perilaku konsumsi energi ke arah penghematan energi dan upaya menemukan dan menggunakan energi terbarukan.

Salah satu energi yang paling dibutuhkan umat bumi saat ini adalah energi listrik. Karena hampir seluruh aspek kehidupan keseharian manusia tidak bisa terlepas dari listrik. Akibatnya pengharapan terhadap penghematan energi listrik pun menjadi upaya utopis yang hampir mustahil dilakukan. Untuk itu mengubah perilaku konsumsi listrik harus disertai dengan tawaran solusi energi listrik terbarukan.

     Sumber energi listrik terbarukan seperti energi air, energi angin, energi biomassa, energi panas bumi dan yang paling populer adalah energi matahari.

     Cerita sukses solar farming mengantarkan kota Nijmegen, sebuah kota tua Belanda yang terletak di provinsi Gelderland, sebagai pemenang European Green Capital 2018. Nijmegen memiliki visi yang jelas tentang energi terbarukan. Pemerintah kota menjadi pembeli green electricity terbesar melalui belanja pemerintah. Memimpin dengan teladan pemerintah menjadi pemimpin perubahan menuju penghematan energi.

     Konsep pemberdayaan juga diusung dengan sangat serius. Pemerintah kota bekerjasama dengan Nijmegen Energy Covenant (NEC)salah satu 16 perusahaan terbesar Nijmegen dalam upaya berbagi pengetahuan dan penguasaan manajemen energi.

     Dimana letak ikatan antara pengadaan barang/jasa pemerintah, VFM, energi terbarukan dan kelurahan yang mendasari artikel ini?

     Kelurahan sejak tahun 2019 ini telah mendapatkan kewenangan tambahan terkait pengadaan barang/jasa. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 130 Tahun 2018 (Permendagri 130/2018) mengamanatkan pembangunan sarana dan prasarana dan pemberdayaan masyarakat di Kelurahan.

     Pengadaan barang/jasa di kelurahan harus dikawal dengan perencanaan yang terukur secara efektif. Kelemahan dilapangan, Kelurahan tidak diberikan arah yang terang benderang tentang akan dibawa kemana penggunaan dana kelurahan.

     Dalam kerangka menunjukkan arah yang jelas, ide “Kelurahan Berkah Energi” dapat menjadi satu contoh. Kelurahan Berkah Energi adalah langkah taktis level implementasi dalam rangka mewujudkan perilaku hemat konsumsi energi listrik dengan memproduksi energi terbarukan. Langkah yang tidak hanya didukung oleh seluruh regulasi tingkat daerah dan nasional tapi juga internasional.

     Ambil sampel energi matahari (solar cell). Jika Kabupaten/Kota berani mentargetkan setiap kelurahan memiliki solar farming disetiap kelurahan minimal 1 RT. Maka setidaknya 50 KK/kelurahan akan menikmati energi listrik terbarukan sebagai backup atau substitusi terbatas terhadap energi listrik existing dari Perusahaan Listrik Negara (PLN).

     Solar Cell hanya digunakan untuk konsumsi terbatas misalkan disiang hari atau backup pada saat terjadi pemadaman. Langkah ini mampu menurunkan beban biaya listrik bulanan yang harus ditanggung oleh masyarakat. Terjadi shifting belanja kearah kebutuhan dasar lain. Penghematan ini pada akhirnya meningkatkan indeks kesejahteraaan perkeluarga.

     Isu penting terkait solar farming atau memanen matahari adalah tentang manajemen pengelolaan daya penyimpan dan penyaluran energi ke pengguna. Tantangan ini justru merupakan peluang bagi komunitas pengelola energi di Kelurahan. Sebagaimana amanat Permendagri 130/2018  tentang Pemberdayaan Masyarakat.

     Anak muda di lingkungan Kelurahan harus diberdayakan. Bahkan jika perlu mereka dipekerjakan sebagai petani tenaga matahari dengan penghasilan tetap. Dana Kelurahan harus menjadi dana bergulir yang bermanfaat besar mengurangi pengangguran.

     Dengan konsep “berkah energi” memanen matahari-pun dapat menjadi solusi bagi masyarakat kurang mampu dalam rangka menikmati listrik berbiaya murah bahkan gratis. Berbagi kepedulian melalui amal jariyah bersama dalam komunitas.

     Potensi memanen energi matahari dapat dikembangkan lebih jauh sebagai sumber pendapatan bagi masyarakat kelurahan. Kelak jika pengelolaan energi telah masif, terstruktur dan sistematis di kelurahan, maka produksi dan konsumsi listrik dapat menjadi sumber pendapatan.

     Dana Kelurahan secara bertahap diarahkan pada investasi sarana dan prasarana solar farming atau solar rooftop. Ditahun kedua dan seterusnya diarahkan kepada pemberdayaan pengelolaan energi berbasis komunitas hingga menjadi sumber pendapatan dan kesejahteraan kelurahan. Memang tidak bisa dipaparkan seringkas artikel ini setidaknya ide tersampaikan.     

Pembebanan pengadaan barang/jasa sarana dan prasarana hingga kelurahan tidak boleh diikuti mengalirnya perilaku korupsi yang kadung lekat dengan pengadaan barang/jasa. Sebagaimana data KPK-RI bahwa 70% kasus korupsi berkaitan dengan pengadaan barang/jasa. Dana kelurahan tidak boleh menjadi musibah. Pengadaan barang/jasa di Kelurahan harus menjadi berkah . Aamiin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.