Tata Cara Koreksi Aritmatik Bagian 2

Koreksi Aritmatik Pada Bagian Harga Satuan

Kata kunci untuk Harga Satuan adalah bahwa yang diikat adalah Harga Satuan PenawaranItem prinsipnya tidak boleh berbeda dengan dokumen pemilihan. Volume dan Jumlah/Total bersifat perkiraan atau bisa berubah sesuai dengan kebutuhan riil pada saat pelaksanaan kontrak. Dengan demikian diperkenankan terjadi perubahan kontrak pada Volume bahkan diperbolehkan penambahan Volume meskipun mengakibatkan bertambahnya nilai Jumlah/Total Kontrak paling maksimal 10% dari total kontrak awal.

Masih menggunakan ilustrasi yang sama dengan artikel Bagian 1 yaitu:


  Panduan Perka 14/2012 :

  1. untuk Kontrak Harga Satuan atau Kontrak Gabungan Lump Sum dan Harga Satuan pada bagian Harga Satuan:
    1. volume dan/atau jenis pekerjaan yang tercantum dalam daftar kuantitas dan harga disesuaikan dengan yang tercantum dalam Dokumen Pemilihan;
    2. apabila terjadi kesalahan hasil perkalian antara volume dengan harga satuan pekerjaan, dilakukan pembetulan, dengan ketentuan harga satuan pekerjaan yang ditawarkan tidak boleh diubah;
    3. jenis pekerjaan yang tidak diberi harga satuan dianggap sudah termasuk dalam harga satuan pekerjaan yang lain dan harga satuan pada daftar kuantitas dan harga tetap dibiarkan kosong;
    4. jenis pekerjaan yang tidak tercantum dalam daftar kuantitas dan harga disesuaikan dengan jenis pekerjaan yang tercantum dalam Dokumen Pemilihan dan harga satuan pekerjaan dimaksud dianggap nol; dan
    5. hasil koreksi aritmatik pada bagian harga satuan dapat mengubah nilai total harga penawaran sehingga urutan peringkat dapat menjadi lebih tinggi atau lebih rendah dari urutan peringkat semula;

Kondisi 1:

Untuk item A terdapat perbedaan volume Dokumen Pemilihan dengan Dokumen penawaran. Kemudian terdapat kesalahan hasil perkalian Volume dengan Harga Satuan penawaran.

Item

V

HS

Jumlah

Item

V

HS

Jumlah

A

100

10.000

1.000.000

A

90

9.000

900.000

Langkah koreksi aritmatik yang dilakukan adalah :

  1. Item pekerjaan tidak perlu koreksi karena sudah sesuai.
  2. Dilakukan penyesuaian terhadap volume pada dokumen penawaran sesuai dengan volume pada dokumen pemilihan. Dari 90 menjadi 100.
  3. Harga Satuan Penawaran tidak dilakukan koreksi.
  4. Perubahan volume diikuti oleh perubahan Jumlah/Total, sehingga Jumlah menjadi 100 x 9.000 = 900.000.

Dokumen Penawaran setelah Koreksi Aritmatik adalah :

Item

V

HS

Jumlah

A

100

9.000

900.000

Kondisi 2:

Untuk item B terdapat perbedaan volume antara Dokumen Pemilihan dengan Dokumen penawaran. Dimana pada kolom volume penawaran penyedia tidak mengisikan volume (0) sedangkan daftar item dan harga satuan terisi. Item telah sesuai dengan dokumen pemilihan. Akibat kesalahan ini secara matematis jumlah harga penawaran menjadi (0).

Item

V

HS

Jumlah

Item

V

HS

Jumlah

B

50

20.000

1.000.000

B

0

19.000

0

Langkah koreksi aritmatik yang dilakukan adalah :

  1. Item pekerjaan tidak perlu koreksi karena sudah sesuai.
  2. Dilakukan penyesuaian terhadap volume pada dokumen penawaran sesuai dengan volume pada dokumen pemilihan. Dari 0 menjadi 50.
  3. Harga satuan penawaran tidak dilakukan perubahan.
  4. Perubahan volume diikuti oleh perubahan Jumlah/Total, sehingga Jumlah menjadi 50 x 19.000 = 950.000.

Dokumen Penawaran setelah Koreksi Aritmatik adalah :

Item

V

HS

Jumlah

B

50

19.000

950.000

Kondisi 3:

Untuk item C terdapat perbedaan antara
Dokumen Pemilihan dengan Dokumen penawaran. Dimana penyedia dalam daftar kuantitas tidak menawarkan item C sehingga item, volume, HS dan Jumlah kosong/tidak ada.

Item

V

HS

Jumlah

Item

V

HS

Jumlah

C

10

30.000

300.000

       

Langkah koreksi aritmatik yang dilakukan adalah :

  1. Item dan Volume dokumen penawaran disesuaikan dengan dokumen pemilihan.
  2. Harga Satuan Penawaran tetap kosong (0).
  3. Total/Jumlah penawaran = 0.
  4. Meskipun penyedia tidak menawarkan item C, atas sebab apapun dokumen pemilihan yang berlaku/sah. Disinilah poin kesepakatan yang harus disepakati oleh penyedia saat mendaftar dan menawar. Penyedia harus tetap menyediakan Item dan Volume sesuai dengan yang diminta oleh dokumen pemilihan. Dengan kata lain konsekwensi penyedia untuk tetap menyediakan 10 unit item C tanpa menuntut pembayaran (0). Ini sesuai dengan sifat Harga Satuan yang disepakati dalam dokumen pemilihan

Dokumen Penawaran setelah Koreksi Aritmatik adalah :

Item

V

HS

Jumlah

C

10

0

0

Kondisi 4:

Untuk item D Dokumen Penawaran terdapat kesalahan matematik berupa perkalian hasil volume dan harga satuan. Semestinya 20 x 50.000 = 1.000.000 sementara dokumen penawaran tertulis 20 x 50.000 = 700.000.

Item

V

HS

Jumlah

Item

V

HS

Jumlah

D

20

40.000

800.000

D

20

50.000

700.000

Langkah koreksi aritmatik yang dilakukan adalah :

  1. Karena item dan volume antara dokumen pemilihan dan penawaran sudah sama maka tidak ada koreksi yang dilakukan.
  2. Harga Satuan Penawaran tidak berubah (50.000).
  3. Total/Jumlah penawaran = 1.000.000

Dokumen Penawaran setelah Koreksi Aritmatik adalah :

Item

V

HS

Jumlah

D

20

50.000

1.000.000

Kondisi 4:

Untuk item E Dokumen Penawaran terdapat kelebihan volume sebesar 10 unit dibanding Volume
item E pada Dokumen Pemilihan.

Item

V

HS

Jumlah

Item

V

HS

Jumlah

E

30

50.000

1.500.000

E

40

40.000

1.600.000

Langkah koreksi aritmatik yang dilakukan adalah :

  1. Item antara dokumen pemilihan dan penawaran sudah sama maka tidak ada koreksi yang dilakukan.
  2. Volume antara dokumen pemilihan dan penawaran disesuaikan. Sehingga Volume dokumen penawaran dirubah dari 40 menjadi 30. Kelebihan 10 item E tidak diambil dari penyedia.
  3. Harga Satuan Penawaran tidak berubah (40.000).
  4. Total/Jumlah penawaran = 1.200.000.

Dokumen Penawaran setelah Koreksi Aritmatik adalah :

Item

V

HS

Jumlah

E

30

40.000

1.200.000

Dengan demikian berdasarkan hasil koreksi dokumen penawaran penyedia menjadi:     Terdapat Harga Penawaran Terkoreksi dari semula Total Penawaran 3.200.000 menjadi 4.050.000. Harga Penawaran Terkoreksi ini akan berdampak pada Peringkat/Rangking Penawaran Terendah pada proses evaluasi. Penyedia yang tadinya menjadi calon pemenang (peringkat 1) menjadi peringkat 2 karena terjadi perubahan total penawaran. Kejadian sebaliknya juga mungkin terjadi total harga penawaran berkurang dan peringkat menjadi naik.


Beberapa catatan penting terkait koreksi aritmatik sehubungan dengan kontrak Harga Satuan yaitu:

  1. Koreksi pada Item, Volume dan Jumlah/Total
  2. Harga satuan penawaran timpang berdampak pada kontrak, artinya Harga Satuan Penawaran hanya untuk volume kontrak awal. Apabila terjadi penambahan Volume pada saat Addendum Kontrak maka volume
    item yang bertambah menggunakan Harga Satuan yang tertuang dalam Dokumen Pemilihan atau HPS.
  3. Dapat terjadi Harga Penawaran Terkoreksi.
  4. Hasil koreksi aritmatik harus diklarifikasi pada saat evaluasi kewajaran harga apabila ada koreksi/perubahan;
  5. Penyedia harus sadar bahwa konsekwensi yang harus ditanggung adalah berubahnya peringkat calon pemenang akibat berubahnya total Harga Penawaran. Apabila penyedia tidak bersedia maka penyedia dianggap mengunudurkan diri, Jaminan Penawaran dicairkan.
  6. Disisi pelaksana pelelangan (PPK) juga harus sadar bahwa konsekwensi dari sifat Harga Satuan adalah ketika penyedia menawarkan volume melebihi yang diminta dokumen pemilihan maka Volume lebih tersebut tidak boleh diterima sebagai “keuntungan”.
  7. Tidak ada istilah “Kerugian Negara” atau “Menguntungkan Negara” karena konsekwensi sudah disepakati dan tertuang pada dokumen pemilihan/kontrak.

Demikian bahasan Koreksi Aritmatik semoga bisa menjadi bahan diskusi dan penyempurnaan.

24 thoughts on “Tata Cara Koreksi Aritmatik Bagian 2

  1. Pertama kami ucapkan terimakasih atas pencerahannya, ada yang ingin saya tanyakan apabila terjadi perbedaan salah satu item pekerjaan antara RAB dengan analisa biaya, misal harga beton K-125 dalam RAB Rp. 870.000 tetapi dalam analisa biaya Rp. 850.000 mana yang dipakai ?

    1. Pak Hermawan : Menurut saya Analisa hanya digunakan untuk menilai kewajaran harga jika ada penawaran yang abnormal seperti adanya penawaran yang lebih rendah 20% dari HPS.. sedangkan untuk koreksi aritmatik yang mengikat adalah daftar kuantitas dan Harga. Sehingga yang dijadikan patokan tetap beton K-125 dalam RAB Rp. 870.000.

      1. Maaf pak, dlm kontrak harga satuan, apakah koreksi aritmatik hnya dilakukan pada Daftar Kuantitas dan Harga saja? … Bagai mana dengan Analisa Harga Satuan nya, apakah tidak dikoreksi juga? Mengingat ada perbedaan harga antara RAB dgn Analisa Harga Satuan. Dan Ada kekeliruan dlm Analisa Harga Satuannya yaitu harga bahan dan harga upah tdk sesuai dengan harga yg tercantum dlm Daftar Harga Bahan dan Upah.. Mohon pencerahannya pak. Terima kasih

        1. Kekeliruan dalam analisa harga satuan tidak berpengaruh pada Harga Satuan Penawaran/Pekerjaan. Yang dikoreksi aritmatik adalah HArga Satuan Pekerjaan. Jadi pelurusan dan pembetulan AHS hanya terkait dengan standar kualitas pekerjaan saja tidak berpengaruh pada HSP yang akan dikontraktualkan.

  2. Saya memiliki permasalaan dan permintaan untuk pencerahan.. Pada pelelangan, Cluenya adalah:

    dan hasil perhitungan kami :
    c KEBUTUHAN MAKAN PER ORANG /10 HARI c /365 HARI c 275 ORANG/365 HARI c HARGA SATUAN c JUMLAH
    SATUAN SATUAN SATUAN

    ubi jalar/ketela/singkong 1.500 kg 54.75 kg 15,056.25 kg 7,500 112,921,875
    daging lembu/kerbau segar 0.150 kg 5.48 kg 1,505.63 kg 90,000 135,506,250
    ikan segar 0.150 kg 5.48 kg 1,505.63 kg 30,000 45,168,750
    ikan asin 0.078 kg 2.85 kg 782.93 kg 45,000 35,231,625
    telur itik/ayam 6.000 Butir 219.00 Butir 60,225.00 Butir 1,250 75,281,250
    tempe/kacang kedelai 0.700 kg 25.55 kg 7,026.25 kg 20,000 140,525,000
    kacang hijau 0.125 kg 4.56 kg 1,254.69 kg 30,000 37,640,625
    kacang tanah 0.075 kg 2.74 kg 752.81 kg 22,500 16,938,281
    kelapa daging 0.200 kg 7.30 kg 2,007.50 kg 12,500 25,093,750
    sayuran segar 2.500 kg 91.25 kg 25,093.75 kg 7,500 188,203,125
    bumbu, termasuk cabe dan terasi 0.070 kg 2.56 kg 702.63 kg 45,000 31,618,125
    garam dapur 0.100 kg 3.65 kg 1,003.75 kg 15,000 15,056,250
    gula merah/aren 0.100 kg 3.65 kg 1,003.75 kg 17,000 17,063,750
    minyak goreng 0.100 kg 3.65 kg 1,003.75 kg 20,000 20,075,000
    pisang 5.000 Buah 182.50 Buah 50,187.50 Buah 350 17,565,625
    cabe merah/keriting 10.000 Buah 365.00 Buah 100,375.00 Buah 450 45,168,750
    bahan bakar GAS 1.750 kg 63.88 kg 17,565.63 kg 10,500 184,439,063
    beras 4.500 kg 164.25 kg 45,168.75 kg 8,500 383,934,375

    Bongkar Muat 122.00 kali 75,000.00 75,000 9,150,000
    Pengiriman/Ekspedisi 122.00 kali 50,000.00 50,000 6,100,000

    33 – 1,452 – 457,221 – 508,050 1,542,681,469
    154,268,147
    33 – 1,452 – 457,221 – 508,050 1,696,949,616

    Tahap Mulai Sampai History Perubahan
    Pembukaan Dokumen Penawaran 15 Desember 2014 10:30 16 Desember 2014 23:59 Tidak ada
    Yg endak dipertanyakan :
    1. Apa landasan hukum yang digunakan dalam pelelangan sehingga Kami sebagai Pihak ketiga tidak pernah menerima penjelasan atas Koreksi Aritmatika terhadap perusahaan ( CV. KARYA JAYA) kami, sementara salah satu aturan pelelangan yaitu :
    Peraturan Presiden No. 70 Tahun 2012B. PELAKSANAAN
    1. PELELANGAN UMUM SECARA PASCAKUALIFIKASI METODA SATU SAMPUL DENGAN EVALUASI SISTEM GUGUR point, e. Pembukaan Dokumen Penawaran “Hasil koreksi aritmatik harus diklarifikasi pada saat evaluasi kewajaran harga apabila ada koreksi/perubahan;”
    2. Apa yang menyebabkan sehingga dalam klarifikasi dokumen, perwakilan kami tidak diundang sebagai saksi.
    3. Sebagagai pemenang peringkat pertama dalam hasil Koreksi Aritmatika, dimanakah alas an kekalahan kami?

    Dimana letak kesalahan itung kami ?
    Nama penyedia barang/jasa Harga Penawaran Harga Terkoreksi Keterangan
    CV. MERCUSUAR GLOBAL MANDIRI Rp 1.587.903.625,00 Rp 1.593.717.000,00
    CV. MUSTIKA ABADI Rp 1.668.866.000,00 Rp 1.668.866.000,00
    CV. KALUKU BULAVA Rp 1.695.894.000,00 Rp 1.695.894.000,00
    CV. KARYA JAYA Rp 1.696.928.849,00 Rp 1.528.760.000,00
    CV. Nobal Jaya Rp 1.700.644.000,00 Rp 1.700.644.000,00

  3. Untuk Seleksi Sederhana Jasa Konsultan dengan metode pasca.di dok.pemilihan biaya personil : Volume 2 bulan 10.000.000 sub total 20.000.000 , sedangkan di dok.penawaran penyediaL: volume 1 bulan 25.000.000 total 25.000.000.. nah gimana koreksi aritmatiknya pak?tks

    1. Bos Yayan: pertama koreksi volume sesuai kita minta 2 bulan kemudian harga satuan menggunakan penawaran yaitu 25.000.000… untuk kontrak harga satuan maka total penawaran terkoreksi menjadi 50.000.000. Sedangkan untuk harga Satuan totalnya tidak berubah yaitu 25.000.000.

  4. Mohon Pencerahan Masalah Koreksi Aritmatiknya pak…
    pada salah satu lelang di daerah saya ada keanehan terkait koreksi aritmatik dengan kronologis seperti ini,

    1. pokja mengkoreksi aritmatik tanpa ada klarifikasi ke pihak kami sebagai penyedia

    2. kami tidak dijelaskan secara rinci darimana hasil koreksi aritmatik tersebut,

    3 yang paling aneh menurut saya pak, pokja mengkoreksi aritmatik bukan dari rab/hps yang pokja upload bersama dokumen pengadaan di portal spse, mereka mengatakan mengkoreksi dari hasil revisi terakhir ppk.

    pertanyaan saya,

    1. apakah boleh pokja merahasiakan proses perubahan koreksi aritmatik kepada pemilik penawaran yang terkoreksi?

    2. apakah wajar bila kami hanya mendapat hasil perubahan koreksi tanpa penjelasan spesifik?

    3.dasar kami membuat rab berdasarkan dokumen pengadaan, tanpa adanya addendum dokumen, kenapa panitia bisa mengkoreksi aritmatik?

    apakah ini memang wajar pak?
    atau bagaimana pak? mohon pencerahannya, kami di sini banyak yang kurang mengerti masalah teknis lelang, jadi kmungkinan kami gampang dijadikan korban..

    1. Pak Andi: jika benar pernyataan Bapak pokaj mengoreksi aritmatik bukan dari dokumen pemilihan tapi dari hasil revisi terakhir PPK, maka tindakan ini sudah termasuk Postbidding dan ini dilarang oleh Perpres. Seluruh isi dokumen Spek, HPS dan Rancangan kontrak tidak boleh lagi diubah setelah batas akhir pemasukan penawaran.
      1. Proses koreksi aritmatik adalah kewenangan pokja namun demikian jika perubahan ini berdampak pada item pekerjaan, volume pekerjaan, Harga Satuan dan atau total jumlah penawaran maka wajib dilakukan klarifikasi ke penyedia sebelum pembuktian kualifikasi.
      2. Pada saat klarifikasi wajib disampaikan oleh pokja, jikapun ada hal yang tidak jelas Penyedia harus menyanggah agar semua menjadi clear apalagi kalau perubahannya sangat signifikan langkah bijak bagi pokja untuk memberitahukan kepada penyedia sehingga lebih transparan, efisien dan efektif.
      3. Koreksi artimatik dilakukan berdasarkan rincian HPS yang Daftar Kuantitas nya sudah ditayangkan dalam dokumen pemilihan, jika tidak ada addendum maka Daftar Kuantitas yang dipakai adalah yang tertuang dalam dokumen awal.

  5. assalaamu’alaikum pak samsul…
    kalau dalam pengadaan barang yang mengajukan penawaran sebanyak 5 penyedia dan semuanya lengkap, saat koreksi aritmatik peringkat 5 ada salah satu item barangnya harga satuannya melebihi HPS tetapi masih di bawah 110%, yang ingin saya tanyakan apakah ini timpang dan perlu di klarifikasi oleh pokja untuk memdapatkan harga yang wajar? dan pada saat apa mengklarifikasinya? dan satu lagi ternyata setelah di klarifikasi dan pembuktian kualifikasi peringkat 1 sebagai calon pemenang tidak bisa menunjukkan keaslian dokumennya (SIUP dan pajak tahunan) yang pokja persyaratkan sehingga kami gugurkan dan penyedia bersedia, yang ingin saya tanyakan apakah pokja juga mengundang peringkat 4/5 mengingat peringkat 1 sudah gugur. atas penjelasannya diucapkan ..terima kasih

    1. Pak Sutrisno: 1. Harsat Timpang sdh jelas jika 110% dari Harsat HPS, jika dibawah itu masih dianggap wajar.
      2. Pembuktian kualifikasi dilakukan terhadap 3 calon pemenang dan cadangan, sehingga jika calon pemenang tidak bisa memenuhi syarat kualifikasi maka lanjut ke cadangan 1 dan 2

  6. terima kasih pak…atas penjelasannya,semoga ilmunya menjadi amal yang baik pak…SELAMAT MENNAIKAN IBADAH PUASA DAN HARI RAYA IDUL FITRI 1436 H, MOHONMAAF LAHIR DAN BATIN…”TAQBALALLAHU MINNA WA MINKUM”

  7. Mohon pencerahannya untuk koreksi aritmatiknya pa, bagaimana kalau sesudah penetapan pemenang hasil koreksi penyedia tidak terima karena baru menyadari ada kesalahan di perkalian HPS karena setelah mempelajari BA negosiasinya terdapat beberapa item pekerjaan perkalian HS tidak pas perkaliannya pada HPS cth : item a vol 3 hs 1000 jmlh = 2250 (pada formula perkalian excel di hps kons perencana dikalikan75% bkn Vol x HS) yg ingin saya tanyakan apakah koreksi dibetulakn menjadi vol x HS atau tetap mengikuti HPS vol x HS x 75%, dan bagaimana selanjutnya apakah koreksi ulang,terima kasih atas saranya.

  8. Mohon pencerahannya pak,bagaimana jika RAB yang di dokumen lelang bisa berubah 50% dari baik itu formatnya maupun satuannya, hal itu terjadi karena pelelangan ini mengisyaratkan untuk melakukan kontrak kerja sama dengan pihak ketiga, namun format RAB pihak ketiga ini berbeda jauh dengan rab dokumen lelang, alasan panitia adalah ketika melakukan survey, pihak ketiga memberikan format RAB yang berbeda dengan RAB yang dikerjakan karena beda orang di pihak ketiga tersebut.

    kalau kondisinya sepeerti itu bagaimana yah pak, sedangkan kami sudah tanda tangan kontrak, kami baru mendapatkan RAB pihak ketiga 2 minggu setelah tanda tangan kontrak. bagaimana laporan akhir pekerjaannya nanti.

    Mohon bantuan penjelasannya pak. terima kasih sebelumnya.

    1. Pak Agung: maaf saya tidak begitu clear memahami kronologis kasusnya. Menurut saya RAB/DKH pada proses pemilihan penyedia tidak boleh berubah setelah batas pemasukan penawaran hingga tanda tangan kontrak. Ketika telah terjadi perjanjian maka perubahan kontrak bersumber dari peristiwa sanksi atau kompensasi. Jika perubahan akibat kesalahan PPK maka penyedia berhak mendapatkan kompensasi akibat perubahan itu baik dalam bentuk teknis maupun harga. Untuk harga ketentuannya tidak boleh melebihi 10% dari kontrak awal atau pagu anggaran. Jadi terkait pihak ke-3 ini agak sulit saya memahaminya karena tidak dikenal pihak ke-3 dalam pengadaan barang/jasa.

  9. Ass Wr Wb Pak Samsul Ramli
    Untuk kontrak Lump Sum Jasa Konsultansi, ada penyedia yang menawarkan item jenis pekerjaan tidak dibutuhkan atau tidak ada pada Daftar Kuantitas dan Harga (HPS Dokumen Pengadaan), contohnya gini pak:
    RAB HPS pada Dokumen Pengadaan:
    C. Biaya Sewa Kendaraan (Biaya Langsung Non Personil):
    2. Item biaya sewa A volumen 1 unit selama 2,5 bulan harga 700.000,00 = 1.750.000,00
    Sub Total Sewa Kendaraan = 1.750.000,00
    Total Biaya Langsung Personil + Biaya Langsung Non Personil = 149.500.000,00 (149,5 juta)

    Penawaran Penyedia :
    D. Biaya Sewa Kendaraan :
    4. Item biaya sewa A volumen 1 unit selama 2,5 bulan harga 700.000,00 = 1.750.000,00
    5. Item biaya sewa B volumen 1 unit selama 2,5 bulan harga 200.000,00 = 500.000,00
    6. Item biaya sewa C volumen 1 unit selama 2,5 bulan harga 100.000,00 = 250.000,00
    Sub Total Sewa Kendaraan = 2.500.000,00
    Total Biaya Langsung Personil + Biaya Langsung Non Personil = 141.500.000,00 (141,5 juta)

    Yang mau saya tanyakan gimana Hasil Koreksi Airmatiknya pak, atas penjelasan diucapkan terima kasih.

    1. Dikoreksi item pekerjaan disesuaikan dgn RAB saja tanpa mengubah harga total penawaran.. karena biaya non personil dibayar @cost juga sehingga saat pembayaran yg dibayar hanya harga satuan pada item yang digunakan saja…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *